Gabung:
Kontak: -

image
Kategori:
: Berita Terbaru
Tanggal Upload
: Juli 23, 2026, 1:02 a.m

Pendidikan Khusus Berkolaborasi dengan LRC, KND dan UNY dalam Upaya Penguatan Pendidikan Inklusif

Montong Gading, Lombok Research Center – Dalam upaya memperkuat kualitas dan kesiapan pendidik di sekolah inklusif, Lombok Research Center (LRC) menggelar kegiatan "Bimbingan Teknis Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Guru Pendamping di Kecamatan Montong Gading". Kegiatan kolaboratif bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI, Universitas Hamzanwadi, serta mitra strategis lainnya ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 22 hingga 23 Juli 2026, bertempat di Aula Kantor UPDT Pendidikan Kecamatan Montong Gading.


Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan dan praktisi pendidikan, antara lain Direktur Lombok Research Center (LRC), Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI, Dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, Kepala UPT Dikbud Kecamatan Montong Gading, Pengawas Kecamatan Montong Gading, serta Koordinator Program Studi dan Dosen Universitas Hamzanwadi.


Adapun peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) ini terdiri dari sekitar 20 orang Bapak/Ibu guru pendamping pelaksana pendidikan inklusif yang mewakili 17 sekolah dari jenjang TK hingga SMP di wilayah Kecamatan Montong Gading.


Bimtek ini menghadirkan empat narasumber pakar di bidangnya, yaitu Eka Prastama Widiyanta (Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI), Angga Damayanto (Dosen PLB UNY), Nindya Seva, dan M. Irfandi. Para pemateri membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai identifikasi, pemetaan kebutuhan belajar, serta strategi pendampingan dan pembelajaran adaptif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di kelas inklusif.


Dalam pemaparannya, Komisioner KND RI, Eka Prastama Widiyanta, mengapresiasi inisiatif Lombok Research Center (LRC) dan sinergi lintas sektor ini, serta menekankan pentingnya peran guru pendamping di lapangan.


“Pendidikan inklusif bukan sekadar menempatkan anak berkebutuhan khusus di sekolah umum, melainkan bagaimana sistem, pendidik, dan lingkungan siap memberikan akomodasi yang layak. Kolaborasi antara LRC, KND RI, akademisi, pemerintah daerah, dan para pendidik di lapangan melalui Bimtek ini merupakan langkah konkret menciptakan lingkungan belajar yang ramah disabilitas,” ungkapnya.


Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis ini, LRC berharap para guru pendamping dari 17 sekolah peserta dapat mengimplementasikan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh secara optimal, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi demi terwujudnya layanan pendidikan inklusif yang berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur.